tahun ajaran baru sudah dekat…

Bagi para orang tua siswa, tahun ajaran baru merupakan pembengkakan biaya baru yang tidak bisa di tawar-tawar lagi, bahkan nilai uang yang dikeluarkan bisa melebihi besarnya biaya untuk menghadapi lebaran yang dirayakan setahun sekali.
Bagi para orang tua siswa, tahun ajaran baru merupakan pembengkakan biaya baru yang tidak bisa di tawar-tawar lagi, bahkan nilai uang yang dikeluarkan bisa melebihi besarnya biaya untuk menghadapi lebaran yang dirayakan setahun sekali. Implementasinya adalah pembelian seragam sekolah baru, sepatu baru, tas baru, buku tulis wajib dibeli yang baru, bahkan buku pelajaran sekolah tahun lalu tidak bisa diwariskan dari kakak ke adik kelasnya, itu semua harus dibeli dengan alat tukar rupiah.

banyak kebijakan pemerintah yang dikeluarkan untuk mengurangi beban orang tua siswa dalam menghadapi awal tahun ajaran baru yang wajib dijalani demi masa depan sang anak, namun belum ada pengaruhnya di lapangan. Ibarat maling lebih pintar mengelabui hukum, berbagai kutipan tetap dilakukan terutama wajib membeli keperluan di sekolah seperti baju seragam, sepatu dan buku pelajaran dengan harga ratusan ribu rupiah kepada siswa baru. Modus penekanan dilakukan berdalih menciptakan keseragaman seluruh siswa baru sehingga harus taat peraturan sekolah, dengan berlindung dibalik terciptanya disiplin harus dimulai dari keseragaman yang ditentukan pihak sekolah.

Sehingga siswa baru harus wajib membeli sepatu hingga pakaian kepada pihak sekolah dengan alasan agar latar belakang ekonomi siswa tidak terlihat dengan adanya keseragaman tersebut, ujarnya. Sementara harga pakaian seragam sekolah di pasaran bisa ditekan hingga mencapai 50 persen dari pakaian seragam yang dijual pihak sekolah kepada siswa yang diwajibkan membeli, tetapi apakah semua orang tua siswa punya kemampuan membeli yang baru. “Jawabnya tentu saja tidak semua, karena besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk biaya sekolah di tahun ajaran baru membuat banyak orangtua terpaksa mengambil alternatif mewariskan seragam kakaknya kepada adiknya yang baru masuk sekolah,” katanya. Namun saat ini hal tersebut tidak semudah itu dilakukan apalagi bila salah seorang anak berhasil lulus tes di sekolah negeri, pengalaman tahun lalu siswa baru diwajibkan membeli seragam baru  di sekolah tersebut pada saat mendaftar ulang, paparnya. Pemerintah harusnya lebih ketat melakukan pengawasan terhadap hal tersebut karena besarnya biaya pendidikan tertutama pada awal tahun ajaran baru lebih besar daripada menghadapi lebaran yang sama-sama setahun sekali dihadapi, lanjutnya.

Dapat dibayangkan setelah besarnya biaya yang dikeluarkan saat menghadapi ujian akhir untuk menentukan kelulusan, bulan depan harus mengeluarkan lagi biaya yang besar pula untuk masuk tahun ajaran baru, biasanya ada dua hingga tiga anak yang bersekolah dalam satu keluarga, paparnya. Darman pedagang pakaian seragam di Pasar Petisah mengatakan harga seragam sekolah dari usia sekolah dasar hingga lanjutan atas dijual sangat bervariasi. Hal tersebut tergantung kualitas kain dan model pakaiannya yang terdiri dari baju tangan panjang dan celana panjang serta pendek. Untuk pakaian seragam dari baju lengan panjang dan pendek serta celana panjang dan pendek jenis usia sekolah dasar warna putih dan merah dijual Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per pasang sesuai kualitas kainnya, katanya.

Sedangkan untuk pakaian usia sekolah lantuan pertama yakni warna hijau dan putih juga dijual bervariasi yakni antara Rp35 ribu hingga Rp65 ribu per pasang  bahkan ada yang harganya lebih mahal tergantung modelnya dan jenis kainnya, lanjutnya. Sedangkan Dedi, 25, pedagang buku tulis sekolah di Pasar Petisah Medan penjualan buku tulis saat ini belum begitu besar nilianya, sebagian besar masyarakat pada liburan ini masih tertarik dengan keperluan seragam sekolah. Namun pedagang alat tulis yang bersifat musiman tersebut juga belum begitu marak kemunculannya di pasar-pasar tradisional (sumber : waspada online )

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: